Kebiasaan Buruk Membaca: (2) Melafalkan Bacaan (Dalam Hati)

KEBIASAAN buruk berikutnya adalah kita melafalkan bacaan kita, kata demi kata. Melafalkan ini bisa melalui bibir, atau di dalam hati. Ini akan sangat memperlambat kecepatan kita membaca. Kebiasaan ini disebut vokalisasi jika bacaan dilafalkan dengan bibir, atau sub-vokalisasi jika bacaan dilafalkan dalam hati.

Vokalisasi dan Sub Vokalisasi

Berawal dari kita belajar membaca ketika kecil, kita dibiasakan untuk menyuarakan, atau mem-vokalisasi, bacaan kita selama mengeja. Seiring berjalannya waktu, kebiasaan ini tidak hilang, tapi biasanya tetap ada hingga kita dewasa. Meski demikian, vokalisasi kini dilakukan dalam hati dan dengan cara yang jauh lebih cepat dibanding ketika kita belajar mengeja dulu.

Kita masih melakukan sub-vokalisasi jika kita masih ‘mendengar’ kata-kata itu diucapkan di dalam pikiran kita. Atau bisa juga, kita terbiasa menggerakkan bibir ketika membaca, meski tanpa suara. Kebiasaan ini sangat memperlambat kecepatan membaca kita, dibandingkan dengan jika kita langsung menangkap maknanya tanpa melalui pelafalan semacam ini. Kebiasaan ini harus hilang jika kita ingin membaca lebih cepat.

Sub-vokalisasi tampil lebih jelas jika Anda membaca kalimat dalam bahasa asing. When you read sentences in a book, say one time you find words like ‘juxtaposed sequentially’.

Those state-of-the-art machineries are to be juxtaposed sequentially.

Nah, jika Anda masih menyuarakan bagaimana pronounciation-nya dengan benar dengan bibir, atau dalam hati, itulah bukti bahwa Anda sedang melakukan sub-vokalisasi.

Untuk menghilangkan kebiasaan ini, Anda harus tahu bahwa Anda sedang melakukan vokalisasi atau sub-vokalisasi. Ketika Anda mulai membaca artikel ini, apakah Anda masih melakukannya? Anda harus menyadari kapan mekanisme otomatis sub-vokalisasi bekerja dalam diri Anda ketika membaca. Dan ketika Anda menyadarinya, langsung hentikan, dan teruskan membaca tanpa sub-vokalisasi.

Kebiasaan ini perlu usaha yang sedikit lebih keras untuk dihilangkan. Satu-satunya cara untuk menghilangkan kebiasaan ini adalah dengan berhenti melafalkan kata-kata dalam pikiran Anda selama membaca. Anda harus terus berlatih dan membiasakan diri ‘menangkap basah’ kapan Anda melakukan sub-vokalisasi, dan berlatihlah untuk tidak melakukannya. Jangan pedulikan bagaimana bunyi ucapannya atau pronounciation Anda benar atau tidak.

Tangkap maknanya. Cukup maknanya saja, dan langsung bergerak maju ke kalimat berikutnya.

Biasakan.

Artikel Menarik Lainnya:

Anda suka artikel ini?

Klik tombol “like” dan sampaikan komentar Anda.


ikuti-kursus-membaca-cepat-online


Sampaikan Komentar Anda

  1. Saya masih bingung dengan istilah subvokalisasi, ketika kita membaca tulisan, bukankah ada suara dalam pikiran kita tentang apa yang kita baca.

    Jadi maksudnya bagaimana sebenarnya? Trims.

  2. @ lowe Gule: Sub vokalisasi kata pada pembaca cepat akan berkurang dan tidak kata per kata dan pada tahap selanjutnya dapat digantikan dengan sub vokalisasi ide / gagasan bacaan saja.

Sampaikan Komentar Anda

*