Aktivitas membaca terutama membaca buku merupakan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi.

Tak mengherankan bila untuk melakukannya Anda memerlukan persiapan yang baik.

Berdasarkan pengalaman, membaca dengan persiapan yang cukup biasanya akan mendatangkan manfaat yang lebih maksimal dibandingkan tanpa persiapan sama sekali.

Apa saja keempat kebiasaan yang tepat sebelum mulai membaca tersebut?

 

Pertama, pilihlah waktu yang tepat

Banyak orang memiliki kebiasaan yang berbeda-beda dalam memilih waktu yang tepat untuk membaca.

Waktunya bisa dini hari, siang, sore, ataupun malam hari. Anda yang terbiasa tidur di bawah pukul 12 malam, biasanya suka yang memilih waktu dini hari untuk membaca.

Tapi ada juga mereka yang memilih malam hari sebagai waktu yang tepat untuk membaca. Kapanpun waktunya, yang pasti Anda memiliki rentang waktu cukup panjang untuk membaca.

Hal lain yang penting terkait pemilihan waktu adalah kondisi tubuh Anda sendiri. Tubuh yang lelah biasanya akan sulit dibawa untuk membaca.

Walaupun Anda seolah-olah tidak melakukan apa-apa, energi yang dibutuhkan untuk membaca buku bisa disetarakan dengan aktivitas fisik seperti main bulu tangkis ataupun berlari.

Itu sebabnya, sulit sekali bagi Anda, yang baru saja pulang kerja 8 jam sehari, untuk duduk berkonsentrasi membaca dalam waktu lama.

 

Kedua, pilihlah tempat yang tepat

Tempat membaca yang dipilih secara baik juga akan mendukung proses membaca.

Bagi mereka yang baru mulai membiasakan diri untuk membaca, lebih baik memilih tempat tertentu untuk melatih disiplin. Misalnya di meja belajar dalam kamar.

Tetapi bagi mereka yang sudah terbiasa membaca, ada baiknya jika sesekali menggunakan tempat yang tidak biasa, seperti di teras depan rumah.

Variasi tersebut dibutuhkan guna membangkitkan imajinasi saat membaca.

Untuk menjaga kenyamanan membaca dalam waktu lama, Anda harus memperhatikan aspek sirkulasi udara dan cahaya.

Ada baiknya bila meja dimana Anda suka membaca diletakkan di dekat jendela. Sirkulasi udara dan cahaya matahari yang masuk lewat jendela bisa kita manfaatkan secara maksimal.

Cara ini tentu saja akan lebih efisien dibandingkan harus menggotong alat pendingin ruangan atau memindahkan lampu belajar saat akan membaca.

 

Ketiga, ciptakan suasana lingkungan yang tepat

Tempat yang tepat untuk membaca tidak berbanding lurus dengan efektivitas hasilnya, tanpa dukungan lingkungan yang tepat.

Bayangkan betapa sulitnya Anda berkonsentrasi pada sebuah materi bacaan, ketika beragam suara bersautan di sekitar Anda.

Mulai dari suara orang berbincang, suara televisi, sampai anak menangis. Jangankan membaca, untuk duduk tenang saja rasanya sulit.

Sebuah keberhasilan membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitar. Namun Anda juga tak perlu patah semangat, bila dukungan itu tidak didapatkan.

Anda bisa menciptakan lingkungan yang mendukung tujuan Anda dengan berbagai cara. Salah satu misalnya dengan memakai earphone, mendengarkan musik ringan sambil membaca dan menghindari distraksi lingkungan sekitar Anda.

Hal yang terpenting tentu saja motivasi yang kuat. Tanpa motivasi tersebut, halangan sekecil apapun akan terasa besar.

 

Keempat, suasana hati yang tepat

Ketika semua infrastruktur pendukung sudah Anda pikirkan, hal berikut yang tak kalah pentingnya adalah menyiapkan diri sendiri.

Sebagai sebuah aktivitas, membaca merupakan kegiatan yang butuh kesiapan hati. Tak mungkin rasanya Anda efektif dalam membaca ketika Anda baru saja dimarahi atasan atau dosen.

Untuk menyiapkan hati, Anda bisa membiasakan diri dengan berdoa. Ada juga yang melakukan meditasi singkat untuk membantu pikiran terpusat pada bacaan.

Caranya? Sadarilah naik dan turunnya napas Anda secara teratur. Setelah Anda mulai fokus pada diri Anda, perhatikan datang dan perginya pikiran Anda. Akan ada banyak pikiran berloncatan keluar dan masuk. Biarkan saja. Lakukan itu sekitar 10-15 menit, saat Anda merasa pikiran menjadi lebih tenang, dan Anda pun siap masuk dan terlarut dalam bacaan.

Selamat mencoba.