Teknik Membaca Vertikal dalam Membaca Cepat

clip_image002.jpg

Pernahkah Anda memikirkan kenapa artikel-artikel di koran ditulis dalam bentuk kolom-kolom dengan lebar spesifik?

Sebenarnya desain dalam bentuk kolom-kolom itu dimaksudkan agar para pembacanya mudah membaca artikel dengan cepat. Tata letak berbentuk kolom seperti itu membuat pembaca lebih mudah menggerakkan matanya secara vertikal dari atas ke bawah selama membaca, alih-alih dari kiri ke kanan. Nah, dalam teknik membaca cepat, cara membaca seperti ini disebut teknik Membaca Vertikal.

Jika Anda sudah berlatih membiasakan diri untuk membaca beberapa kata sekaligus dan memperluas jangkauan fiksasi mata Anda (caranya telah saya tulis pada artikel-artikel lalu: ‘Mengenali Kata’, ‘Mengenali Frasa’ dan ‘Membaca Satu Kelompok Kata’), maka sekarang Anda bisa mulai berlatih membaca secara vertikal.
Prosesnya adalah seperti gambar berikut ini:

clip_image002

Dalam gambar potongan artikel koran di atas, setiap kolom terdiri dari empat sampai lima kata. Jika Anda sudah berlatih membaca satu kelompok kata sekaligus, maka sekarang, alih-alih Anda membaca dari kiri ke kanan, Anda bisa berlatih membiasakan diri untuk hanya menggerakkan mata Anda dari atas ke bawah dalam membaca setiap kolom koran.

Dengan kata lain, Anda belajar untuk mengenali empat sampai lima kata sekaligus dalam sekali fiksasi, yang dilakukan secara vertikal.

Kita coba latihan berikut. Tahanlah mata Anda untuk tidak membaca dari kiri ke kanan, tapi hanya dari atas ke bawah dalam satu sapuan. Dua contoh kolom berikut ini saya kutip dari e-book saya, “Speed Reading for Beginners” yang bisa Anda download dengan bebas kapan saja.

membaca_vertikal01

Sebelumnya, aturlah jarak mata Anda dengan bidang bacaan agar mata Anda bisa melihat empat sampai lima kata sekaligus dalam sekali lihat.

Nah. Meskipun mata Anda tetap fokus pada garis merah, namun Anda tetap bisa membaca kata-kata yang ada di kiri maupun kanan garis. Itulah membaca vertikal.
Kita coba lagi, kali ini sedikit lebih sulit.

membaca_vertikal02

Nah. Dari contoh di atas, kelompok pertama terdiri dari tiga kata, lalu berikutnya empat kata, dan terakhir terdiri dari lima kata.

Apakah Anda masih bisa mengenalinya sekaligus?

Teknik membaca vertikal ini, jika telah dikuasai dengan baik, akan sangat berguna bukan saja ketika membaca artikel-artikel berbentuk kolom seperti dalam koran atau majalah, tapi juga ketika membaca buku, ketika jangkauan fiksasi mata sudah cukup luas untuk menjangkau banyak kata sekaligus dan Anda sudah mahir dengan teknik ini.

Untuk memulai berlatih membaca vertikal, kini biasakanlah untuk membaca vertikal setiap kali Anda membaca koran. Setengah sampai satu jam setiap hari, sudah cukup. Pada awalnya, garisi terlebih dulu kolom-kolomnya bila memang diperlukan. Ini akan sangat membantu Anda untuk belajar menguasai teknik membaca secara vertikal.

Untuk latihan-latihan membaca vertikal yang lebih spesifik, Anda bisa menemukannya di e-book saya “Speed Reading for Beginners”, atau secara lebih terprogram di member area.

Selamat berlatih.

Variasi Fiksasi dan Kecepatan Baca dalam Membaca Cepat

kecepatan_baca_01.gif

Setelah Anda berlatih memperluas jangkauan mata sejauh beberapa kata dalam sekali lihat, kini Anda tentu tidak lagi membaca kata demi kata di sepanjang bahan bacaan, sehingga kecepatan membaca Anda sekarang akan jauh lebih meningkat.

Anda sekarang membaca beberapa kata sekaligus, dan hanya berhenti tiga kali pada setiap baris, kurang lebih seperti ini:

kecepatan_baca_01

Kalau kita lihat, jangkauan lebar fiksasi mata kita di bacaan relatif konsisten, tetap dan berjarak sama.

Ini hal yang baik. Di tahap awal berlatih membaca cepat, lebar fiksasi yang konsisten seperti ini memang dianjurkan untuk melatih mata untuk selalu mengambil lebar fiksasi tertentu dengan kecepatan yang konsisten pula.

Namun pada tahap yang lebih lanjut, seorang pembaca cepat sebenarnya tidak harus membaca seluruh teks, atau semua jenis buku, dengan kecepatan yang tetap, konsisten, dan dengan lebar fiksasi yang relatif sama seperti contoh tadi.

Sama seperti mengemudikan kendaraan, kita hanya perlu mengerem ketika melalui tikungan yang sulit, namun bisa menambah kecepatan pada jalan yang lurus dan lapang.

Sebagaimana pernah dikemukakan pada artikel “Kebiasaan Buruk Membaca: Membaca Secara Linear” yang lalu, bahwa pada setiap bab, sub-bab, maupun pada setiap paragraf, selalu ada gagasan inti dan informasi tambahan. Penulis sedang berusaha menyampaikan gagasan inti, dan sisanya adalah informasi tambahan yang digunakan untuk memperjelas gagasan inti.

Nah. Kita sebenarnya hanya perlu mengurangi kecepatan baca ketika kita ‘melintasi’ gagasan inti maupun pikiran utama penulis. Kita juga mungkin perlu sedikit mengurangi kecepatan ketika kita menemukan sebuah kata atau istilah baru yang masih asing bagi kita, sebuah argumentasi tertentu yang perlu dipahami lebih dalam, atau semacam itu. Namun pada informasi lain yang sifatnya kurang penting, kita bisa meneruskan membaca dengan kecepatan penuh dan memperlebar jangkauan fiksasi mata kita pada jenis-jenis kata atau gaya kalimat yang sudah sangat familiar bagi kita.

Demikian pula, pada jenis-jenis bacaan ringan, kita bisa membaca dengan kecepatan penuh. Dan pada jenis-jenis bacaan yang sedikit rumit, saintifik atau teoretik, kita bisa sedikit mengurangi kecepatan baca kita, terutama pada istilah-istilah maupun konsep yang perlu kita pahami dengan baik. Namun ketika kita kembali melintasi bagian-bagian yang ringan, mudah, atau sudah kita pahami dengan baik, kita bisa kembali memacu kecepatan baca kita secara penuh.

Di halaman-halaman awal ketika kita baru membaca sebuah buku baru, kita mungkin perlu mengawalinya dengan kecepatan baca sedang, atau misalkan memerlukan tiga atau empat kali fiksasi dalam setiap baris bacaan. Namun semakin ke belakang, ketika kita sudah semakin familiar dengan gaya bahasa penulis maupun istilah-istilah yang digunakannya, kita bisa mengurangi jumlah fiksasi. Dengan demikian, kecepatan baca kita pun semakin meningkat pula.

Contohnya adalah seperti berikut ini, yang saya ambil dari buku Speed Reading for Beginners:

kecepatan_baca_02

Nah. Pada contoh di atas, lebar fiksasi tidak lagi konstan, melainkan bervariasi bergantung pada perbedaan familiaritas gaya bahasa yang digunakan penulis. Anda juga bisa menggunakan variasi ini bergantung pada istilah maupun tingkat kesulitan gaya penyampaian yang digunakan penulis.

Selamat mencoba.

Latihan Membaca Cepat

Setelah Anda mengetahui dasar-dasar membaca cepat, apa yang menyebabkan orang lambat membaca dan bagaimana cara meningkatkan kecepatan serta pemahaman, maka tibalah saatnya untuk berlatih.

Berikut beberapa bahan latihan sederhaan yang akan membantu Anda menguasai baca cepat dengan baik. Untuk memudahkan Anda, latihan dibagi dalam lima artikel singkat sebagai berikut:

  1. Mata Hanya Butuh Dua Huruf
  2. Latihan Mengenali Kata Untuk Membaca Cepat
  3. Latihan Mengenali Frasa Untuk Membaca Cepat
  4. Membiasakan Diri Membaca Satu Kelompok Kata
  5. Melatih Pergerakan Mata Dalam Membaca Cepat

Melatih Pergerakan Mata Dalam Membaca Cepat

contohbacaan1.gif

Setelah Anda sering berlatih mengenali kata dan mengenali frasa dalam membaca, tentunya Anda sudah tidak lagi membaca kata demi kata satu persatu. Nah, sekarang kita akan bergerak lebih jauh lagi untuk mengembangkan kebiasaan membaca cepat ini. Sekarang, kita akan masuk ke latihan pergerakan mata. Disini kita akan melatih irama pergerakan mata kita dalam membaca.

Untuk melatih mata kita agar terbiasa memiliki jangkauan fiksasi yang terdiri dari beberapa kata sekaligus, caranya adalah sebagai berikut. Oh ya, jika Anda masih belum mengerti tentang fiksasi mata dalam membaca, silahkan membaca artikel sebelumnya.

Kita sudah sangat terbiasa menggerakan mata kita mengikuti baris bacaan dari kiri ke kanan pada setiap halaman, untuk ‘mengambil’ satu kata demi satu kata. Nah, untuk memaksa mata kita mengambil sekaligus beberapa kata dalam sekali fiksasi, kita buat garis vertikal pada setiap halaman bacaan seperti berikut ini.

contohbacaan-1

Sumber teks: Suluk Blog

 

Pada setiap halaman, kita buat garis yang membagi bacaan menjadi empat kolom. Nah, selanjutnya, mulailah membaca. Namun, paksakan mata Anda untuk tidak lagi berhenti di setiap kata.

Ketika mulai membaca baris pertama, fokuskan mata ke tengah kolom pertama di baris pertama, lalu tangkaplah semua kata yang ada di dalamnya (‘Sebelum berangkat’) dalam sekali pAndang. Lalu langsung fokus ke tengah kolom kedua, dan tangkaplah sekaligus dua kata ‘memang kita’. Berikutnya ke kolom ketiga, tangkaplah sekaligus ‘menyadari ada’. Keempat, langsung tangkap tiga kata ‘penonton, ada arena’.

Demikian juga untuk baris-baris berikutnya. Dengan cara ini, Anda akan memaksa mata Anda berlatih untuk hanya melakukan fiksasi (berhenti untuk menangkap kata) empat kali saja dalam satu baris.

Semakin Anda mahir, Anda bisa mengurangi jumlah kolom perhalaman bacaan menjadi hanya tiga atau dua kolom saja. Dengan demikian, artinya jangkauan fiksasi mata Anda menjadi lebih luas lagi.

Kelak, jika Anda sudah sangat terbiasa membaca dengan cara ini, garis-garis yang membagi setiap halaman menjadi kolom-kolom itu cukup garis imajiner saja. Anda tidak lagi perlu garis yang nyata di setiap halaman.

Saya beri satu contoh bacaan empat kolom di sini, meski selanjutnya Anda bisa membuatnya sendiri. Jika sudah terbiasa, cobalah untuk membuat latihan bacaan tiga kolom atau dua kolom untuk memperluas jangkauan fiksasi mata Anda.

Bacaan di bawah terdiri dari 196 kata. Ambillah stopwatch sebelum mulai membaca, dan hitung kecepatan baca Anda.

Oh ya, untuk contoh latihan-latihan yang lebih baik lagi, bisa Anda dapatkan di eBook Speed Reading for Beginners yang bisa Anda unduh, gratis. Atau yang lebih khusus lagi, juga ada di member area membacacepat.com

Selamat berlatih.

contohbacaan-2

Sumber teks: Kompas.com

Membiasakan Diri Membaca Satu Kelompok Kata

fiksasi1.gif

Pada beberapa artikel yang lalu, sudah saya bahas bahwa membaca kata satu demi satu merupakan salah satu kebiasaan buruk dalam membaca. Mata Anda berhenti sejenak pada setiap kata, seiring bacaan Anda, untuk fokus pada satu kata. Lalu pada kata berikutnya, mata Anda berhenti lagi untuk fokus dan mengenali kata.

Proses berhentinya mata untuk mengenali (kata) ini disebut fiksasi. Dengan kata lain, jika Anda masih membaca kata satu persatu, maka Anda melakukan fiksasi pada setiap kata. Dengan demikian, jangkauan fiksasi mata Anda baru sejauh satu kata.

Contohnya adalah sebagai berikut.

fiksasi-1

Pada contoh di atas, mata Anda berhenti pada setiap kata dalam kalimat untuk mengenali kata. Garis merah adalah jangkauan pengenalan mata Anda.

Nah, agar membaca lebih efisien, kita akan belajar untuk memperluas jangkauan fiksasi mata kita. Kita belajar untuk membiasakan mata kita mengenali beberapa kata sekaligus dalam sekali lihat.

fiksasi-2

Nah. Dengan demikian, dalam setiap kali berhenti pada tengah-tengah garis merah imajiner seperti di atas, mata Anda bisa menangkap dua atau tiga kata sekaligus dalam sekali fiksasi. Kebiasaan ini membuat Anda bisa membaca dengan jauh lebih cepat.

Bahkan, semakin lama Anda berlatih, Anda akan bisa berhenti sekali atau dua kali saja dalam setiap baris bacaan. Anda bisa menangkap empat atau lima kata sekaligus dalam sekali fiksasi.

Contohnya adalah seperti ini.

fiksasi-3

Nah, dari contoh di atas, mata Anda hanya perlu berhenti di titik tengah setiap garis merah untuk menangkap sekaligus beberapa kata.

Demikian. Ini adalah contoh bagaimana memperluas area bacaan tidak hanya pada titik fokus mata, tapi juga pada area sekitarnya. Ini disebut juga dengan pAndangan periferal (peripheral vision).

Contoh pandangan periferal adalah, jika Anda perhatikan satu huruf di papan ketik komputer Anda sekarang. Arahkan pandangan mata Anda hanya pada, misalnya, huruf H dan jangan gerakkan mata Anda dari sana. Nah, ketika mata Anda melihat pada huruf H, Anda juga mengenali huruf-huruf di sekitarnya kan? Sebenarnya mata Anda juga menangkap dan mengenali huruf G, J, Y, U dan N, juga B serta N.

Itulah prinsip dasar memperluas jangkauan fiksasi mata dalam membaca cepat.

Selamat berlatih membaca cepat.