Membaca Cepat: Berlaku Untuk Semua Bacaan

image.png

image

SAYA kerap menerima pertanyaan-pertanyaan semacam ini: “Membaca cepat hanya bisa diaplikasikan pada bacaan-bacaan ringan dan mudah. Ya kan?”. “Bisakah membaca cepat berlaku untuk bacaan-bacaan filsafat atau jurnal-jurnal ilmiah?”

Banyak hal dari hidup kita yang sebenarnya terkait dengan kecepatan. Namun di sisi lain, kita sangat jarang berikir tentang itu. Ambil contoh, berjalan kaki. Kita belajar untuk berjalan di usia-usia awal hidup kita. Dan ketika kita sudah bisa berjalan sendiri tanpa bantuan, kita berhenti belajar berjalan. Itulah cara berjalan Anda. Anda merasa cukup, dan hanya itu cara berjalan yang sepertinya perlu Anda ketahui.

Saya cukup yakin kalau Anda tidak pernah memikirkan bagaimana mekanisme Anda berjalan, berapa kecepatan jalan Anda, dan bagaimana meningkatkan efisiensi jalan kaki atau memperbaiki cara berjalan kaki Anda.

Demikian juga dengan cara Anda mengemudi. Atau cara Anda mandi, sikat gigi, memasak, atau seberapa cepat Anda bisa menyelesaikan tugas dari kampus. Cara Anda melakukan hal-hal itu terbentuk menjadi sebuah kebiasaan. Saya rasa Anda juga tidak pernah memikirkan ulang bahwa Anda sebenarnya mampu memodifikasi kecepatan atau efisiensi cara Anda melakukan hal-hal tersebut.

Kadang Anda mengemudi lebih cepat atau lebih lambat, tergantung kondisi lalu lintas. Anda berjalan dengan cepat di turunan, atau melambat jika ada tanjakan. Anda bisa mempercepat waktu mandi Anda jika Anda terburu-buru. Anda bisa mempercepat waktu Anda mengerjakan tugas kuliah jika Anda punya hal lain yang harus dilakukan.

Dan tahukah Anda?

Membaca juga begitu. Kita hanya terbiasa membaca dengan cara tertentu dan dengan kecepatan tertentu. Pada umumnya kita membaca dengan kecepatan yang tetap. Namun jika dibutuhkan, kita akan memperlambat bacaan untuk memahami sebuah kata atau kalimat yang sulit, dan kemudian mempercepatnya kembali. Kita menyesuaikan kecepatan baca dengan bahan bacaan, untuk memastikan kita memahaminya.

Jadi, apakah membaca cepat hanya untuk bacaan-bacaan ringan dan mudah? Tidak. Membaca cepat bisa diaplikasikan pada semua bacaan, termasuk jurnal filsafat atau jurnal ilmiah. Anda bahkan akan belajar bagaimana membaca cepat pada layar komputer atau media elektronik, yang sedikit berbeda tekniknya dengan membaca cepat pada buku.

Mungkin Anda tetap akan menyesuaikan kecepatan baca, mengerem di tikungan atau menambah kecepatan di jalan lurus sesuai kondisi ‘jalan’. Namun dengan memahami cara Anda membaca dan meningkatkan efisiensinya, kecepatan baca Anda akan meningkat: apakah itu di kondisi jalan seperti koran, atau kondisi jalan seperti jurnal ilmiah.

Membaca Cepat: Well-advanced Version of YOU.

ADA sedikit salah kaprah tentang kemampuan membaca cepat. Ada yang mengira bahwa membaca cepat itu sekedar membaca lebih cepat. Apa benar?

Well, bagian ‘membaca lebih cepat’-nya benar. Jauh lebih cepat, bahkan. Tapi bagian ‘sekedar’ membaca lebih cepat, itu salah.

Begini. Di abad informasi seperti sekarang ini, informasi datang dan pergi begitu cepat, tanpa jeda. Di dunia akademis maupun profesional abad ini, zaman di mana informasi dalam jumlah yang sangat besar datang dengan sangat cepat, kita membutuhkan sebuah skill tambahan yang di masa-masa sebelum ini relatif tidak dibutuhkan. Di masa ini, skill tersebut sudah hampir menjadi sebuah keharusan.

Kini, dengan adanya internet, koneksi online 24 jam, jaringan kerja global dan kecepatan aliran informasi, dunia menuntut kita untuk mampu mengolah sejumlah besar informasi dengan cepat. Dan kemampuan membaca cepat jelas merupakan sebuah nilai tambah ketika bekerja di lingkungan pekerjaan yang ada di tengah pergerakan informasi yang sangat cepat.

Kemampuan membaca cepat bukan sekedar cara untuk membaca secepat mungkin. Harus dipahami terlebih dahulu bahwa kemampuan membaca cepat juga dibarengi dengan peningkatan tingkat pemahaman dengan lebih baik.

Jadi, bukan sekedar asal cepat, namun kemampuan untuk menangkap isi bahan bacaan tidak berubah. Sebenarnya, kata ‘belajar membaca cepat’ juga bermakna ‘belajar memahami (bacaan) dengan cepat’.

Tapi bukan itu saja yang Anda peroleh.

Belajar membaca cepat bukan hanya membuat Anda membaca lebih cepat. Anda akan belajar bagaimana cara yang terbaik untuk mengambil informasi-informasi penting dari bacaan. Anda juga akan belajar memilah antara informasi esensial dan informasi sekunder dari bacaan. Anda juga belajar memaksimalkan pemahaman bacaan. Dan, Anda juga akan belajar untuk mengingatnya (me-retain informasi).

Dengan kata lain, Anda juga akan belajar meningkatkan efisiensi cara mengambil, menyimpan dan mengolah informasi.

Dalam konteks akademis, kemampuan membaca cepat seperti itu (yang bukan ‘sekedar’ membaca cepat) berarti juga kemungkinan peringkat yang lebih tinggi. Dan dalam konteks profesional, skill tersebut jelas akan sangat mendukung profisiensi Anda. Apa itu ‘profisiensi’?

Dalam kamus Merriam-Webster, ‘proficient’ berarti “well advanced: in an art, occupation, or branch of knowledge”.

“Well advanced”. Ingat-ingat kata itu, ya. Artinya “berkembang, maju, meningkat, atau tumbuh dengan jauh lebih baik.”

Membaca Cepat: Untuk Apa?

whatisspeedreading.jpg

What?

DI ARTIKEL sebelumnya sudah kita bicarakan pentingnya mengukur kecepatan baca sebelum memulai. Seperti saya bilang, Anda harus tahu perbedaan yang akan Anda capai, seperti jauhnya beda wajah Anda antara ‘sebelum mandi’ dan ‘sesudah mandi’.

Kalau Anda sudah tahu kecepatan baca Anda, kita bisa lihat data berikut. Oh ya, ‘kpm’ adalah ‘kata permenit’, menunjukkan kecepatan baca Anda.

0 – 150 kpm : buruk.

150 – 300 kpm : rata-rata.

300 – 500 kpm : baik.

500 – 700 kpm : sangat baik

750 – 1000 kpm : luar biasa.

Di artikel lalu sudah saya katakan bahwa kecepatan baca rata-rata anak sekolah dasar adalah 200 kpm. Itu hanya masuk kategori rata-rata. Dan rata-rata orang dewasa, kecepatan bacanya adalah 250 – 300 kpm. Kategori yang sama: rata-rata.

Jadi artinya?

Artinya, sebagian besar manusia di dunia ini hanya membaca dengan kecepatan rata-rata saja. Anda tentu ingin kecepatan Anda memahami, mengolah informasi, memiliki kualitas gagasan, atau punya potensi kreativitas lebih dari sekedar rata-rata kan? Informasi tambahan: kecepatan baca rata-rata orang Australia dewasa ternyata 200 kpm. Orang Amerika dewasa, hanya 250 kpm. Artinya, kita masih punya kesempatan!

Asal tahu saja, John. F. Kennedy memiliki kecepatan baca 2500 kpm. Franklin J. Roosevelt biasa menamatkan 2 sampai 3 buku setiap harinya, di sela-sela waktu luang di luar jam kerja.

Membaca itu sangat penting untuk pengembangan diri. Itu sebuah skill yang harus dilatih. Manusia unggul karena ilmu, ilmu ada di buku, buku harus dibaca, dan seterusnya. Apakah buku berupa kertas, halaman internet, e-book atau file PDF, relatif sama saja.

Bagaimana dengan audiobook? Sayangnya, buruk. Kecepatan membaca (mendengar) dari audiobook akan sangat tergantung pada kecepatan naratornya. Dan audiobook diatur untuk dibacakan dengan kecepatan yang nyaman untuk didengar. Yaitu secepat 150 – 160 kata permenit. Ini bahkan lebih lambat dari kecepatan membaca anak sekolah dasar.

Baca. Cepat, atau lambat.

Intinya, jika ingin lebih unggul, cepat-atau-lambat, sekarang-atau-nanti, tetap saja Anda harus membaca. Dengan membaca dengan lebih cepat, artinya Anda memahami lebih cepat. Dengan mengolah informasi lebih cepat, Anda bisa menabung waktu, ide dan gagasan lebih banyak. Anda bisa menjadi lebih kreatif. Anda bisa menjadi lebih unggul.

Waktu sisanya? Bisa Anda gunakan untuk hal lain. Mengolah kreativitas? Investasi, mungkin? Atau, lihat anak Anda. Bayangkan senangnya anak Anda jika Anda punya waktu lebih banyak untuk mendampingi mereka. Atau, berjalan-jalan santai dengan keluarga setiap sore, karena pekerjaan Anda selalu selesai lebih cepat.

Sepertinya menyenangkan, kan?

Bagaimana Memulai Kebiasaan Membaca Dengan (Sangat) Cepat?

PERHATIKAN data berikut.

200 kata permenit (kpm) : Kecepatan baca rata-rata anak sekolah dasar.

Benar. Kecepatan baca rata-rata anak sekolah dasar, tepatnya mereka yang belum lama dan berlum berpengalaman membaca, adalah dua ratus kata permenit, atau 200 kpm. Itu kira-kira sama dengan satu setengah sampai dua paragraf bacaan per menitnya.

Anda tentu sudah sangat berpengalaman membaca. Berapa usia Anda sekarang? Dua puluhan? Tiga puluhan? Empat puluhan, mungkin? Jelas, Anda sudah sangat lama dan sangat berpengalaman membaca. Tentu kecepatan Anda jauh di atas itu.

Jadi, berapa kira-kira kecepatan baca Anda sekarang? Tiga ratus kata per menit? Empat ratus? Atau lima ratus, mungkin?

Sayangnya, kemungkinan besar tidak demikian. Menurut data statistik, kecepatan baca rata-rata orang dewasa adalah 250 – 300 kata permenit.

200 kata per menit (kpm) : Kecepatan baca rata-rata anak sekolah dasar.

250 – 300 kata per menit (kpm) : Kecepatan baca rata-rata orang dewasa.

250 – 300 kata permenit. Itu kira-kira sama dengan dua sampai tiga paragraf saja. Itu pun dengan tingkat pemahaman hanya sebesar 70%.

Angka-angka itu menunjukkan bahwa sebagian besar manusia di dunia ini, sejak usia sekolah dasar hingga masa dewasa, tidak pernah mengalami peningkatan kecepatan membaca yang cukup berarti. Atau tepatnya, kecepatan membaca mereka tidak pernah meningkat secara signifikan.

Dua ratus lima puluh kata kira-kira sama dengan seperempat halaman buku. Dengan kecepatan baca seperti itu, artinya kita membutuhkan empat menit untuk membaca satu halaman. Dan dua puluh jam untuk menamatkan satu buku setebal tiga ratus halaman.

Jika Anda cuma punya waktu satu jam setiap hari untuk duduk diam dan membaca, artinya Anda membutuhkan dua puluh hari, untuk menamatkan buku tersebut. Dua puluh hari, untuk memetik isi hanya satu buku saja! Itu nyaris tidak ada bedanya dengan anak sekolah dasar.

Serius. Ukurlah kecepatan baca Anda, bukan sekedar mengira-ngira. Inilah awalnya. Ini seperti Anda membandingkan foto wajah Anda sebelum dan sesudah mandi. Bagaimana Anda bisa tahu sudah sejauh apa pencapaian Anda, jika Anda tidak tahu dari titik mana Anda berangkat?

Lakukan. Gunakan jam tangan. Atau alarm ponsel, tidak masalah. Stopwatch lebih baik, kalau ada. Baca sebuah bahan bacaan selama tepat satu menit, — dan pahami, jangan asal cepat –, tandai, dan hitung berapa kata yang sudah Anda baca.

Cara mengukur yang lebih jelas, dengan bahan bacaannya, juga ada di Bab 4 buku Speed Reading for Beginners. Bisa didownload secara gratis di sini.

Selamat memulai.

Pendaftaran Kursus Ditutup Hari Ini

Setelah launching selama seminggu lebih, terhitung hari ini 1 Juli 2010, pendaftaran kursus membaca cepat online “Speed Reading for Smart People” akan DITUTUP. Saya akan berkonsentrasi untuk membimbing member yang ada dan belum akan membuka kembali kursus ini.

Buat Anda yang tertarik bergabung silakan klik di sini untuk kesempatan terakhir:

http://www.membacacepat.com/daftar/

Saat ini sudah ada 160 lebih member yang bergabung dan siap menjadi seorang pembaca cerdas dan efektif.

Segera mendaftar sebelum tengah malam ini dan Anda masih bisa mendapatkan penawaran khusus diskon 50% untuk kursus ini.

http://www.membacacepat.com/daftar/

See you inside member area.

 

Muhammad Noer