Setelah Anda berlatih memperluas jangkauan mata sejauh beberapa kata dalam sekali lihat, kini Anda tentu tidak lagi membaca kata demi kata di sepanjang bahan bacaan, sehingga kecepatan membaca Anda sekarang akan jauh lebih meningkat.

Anda sekarang membaca beberapa kata sekaligus, dan hanya berhenti tiga kali pada setiap baris, kurang lebih seperti ini:

kecepatan_baca_01

Kalau kita lihat, jangkauan lebar fiksasi mata kita di bacaan relatif konsisten, tetap dan berjarak sama.

Ini hal yang baik. Di tahap awal berlatih membaca cepat, lebar fiksasi yang konsisten seperti ini memang dianjurkan untuk melatih mata untuk selalu mengambil lebar fiksasi tertentu dengan kecepatan yang konsisten pula.

Namun pada tahap yang lebih lanjut, seorang pembaca cepat sebenarnya tidak harus membaca seluruh teks, atau semua jenis buku, dengan kecepatan yang tetap, konsisten, dan dengan lebar fiksasi yang relatif sama seperti contoh tadi.

Sama seperti mengemudikan kendaraan, kita hanya perlu mengerem ketika melalui tikungan yang sulit, namun bisa menambah kecepatan pada jalan yang lurus dan lapang.

Sebagaimana pernah dikemukakan pada artikel “Kebiasaan Buruk Membaca: Membaca Secara Linear” yang lalu, bahwa pada setiap bab, sub-bab, maupun pada setiap paragraf, selalu ada gagasan inti dan informasi tambahan. Penulis sedang berusaha menyampaikan gagasan inti, dan sisanya adalah informasi tambahan yang digunakan untuk memperjelas gagasan inti.

Nah. Kita sebenarnya hanya perlu mengurangi kecepatan baca ketika kita ‘melintasi’ gagasan inti maupun pikiran utama penulis. Kita juga mungkin perlu sedikit mengurangi kecepatan ketika kita menemukan sebuah kata atau istilah baru yang masih asing bagi kita, sebuah argumentasi tertentu yang perlu dipahami lebih dalam, atau semacam itu. Namun pada informasi lain yang sifatnya kurang penting, kita bisa meneruskan membaca dengan kecepatan penuh dan memperlebar jangkauan fiksasi mata kita pada jenis-jenis kata atau gaya kalimat yang sudah sangat familiar bagi kita.

Demikian pula, pada jenis-jenis bacaan ringan, kita bisa membaca dengan kecepatan penuh. Dan pada jenis-jenis bacaan yang sedikit rumit, saintifik atau teoretik, kita bisa sedikit mengurangi kecepatan baca kita, terutama pada istilah-istilah maupun konsep yang perlu kita pahami dengan baik. Namun ketika kita kembali melintasi bagian-bagian yang ringan, mudah, atau sudah kita pahami dengan baik, kita bisa kembali memacu kecepatan baca kita secara penuh.

Di halaman-halaman awal ketika kita baru membaca sebuah buku baru, kita mungkin perlu mengawalinya dengan kecepatan baca sedang, atau misalkan memerlukan tiga atau empat kali fiksasi dalam setiap baris bacaan. Namun semakin ke belakang, ketika kita sudah semakin familiar dengan gaya bahasa penulis maupun istilah-istilah yang digunakannya, kita bisa mengurangi jumlah fiksasi. Dengan demikian, kecepatan baca kita pun semakin meningkat pula.

Contohnya adalah seperti berikut ini, yang saya ambil dari buku Speed Reading for Beginners:

kecepatan_baca_02

Nah. Pada contoh di atas, lebar fiksasi tidak lagi konstan, melainkan bervariasi bergantung pada perbedaan familiaritas gaya bahasa yang digunakan penulis. Anda juga bisa menggunakan variasi ini bergantung pada istilah maupun tingkat kesulitan gaya penyampaian yang digunakan penulis.

Selamat mencoba.

Download Buku "Speed Reading for Beginners"

Bagaimana membaca 2 kali lebih cepat.
Telah didownload lebih dari 30.000 orang.
Download Sekarang.

GRATIS!