Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memanfaatkan waktu luang. Anda bisa melakukan kegiatan yang menjadi hobi Anda, atau justru memilih tidak melakukan apa-apa, karena ingin mengistirahatkan tubuh dari segala macam kesibukan. Apalagi jika waktu luang yang dimiliki tidak banyak alias hanya sedikit.

Ada beberapa hal yang direkomendasikan oleh situs womanitely.com, untuk dilakukan jika Anda memiliki waktu luang yang terbatas, yaitu:

1. Mendengarkan musik

Musik, khususnya musik yang easy listening atau musik klasik ringan, diketahui dapat membuat emosi menjadi lebih tenang. Selain itu, musik-musik itu juga dapat memberikan efek penyembuhan yang cukup baik untuk pikiran dan tubuh kita.

2. Meditasi

Dengan meditasi, berarti kita mengistirahatkan tubuh kita sejenak, sambil mengatur napas dan fokus pada satu titik. Saat tubuh rileks, maka perbaikan sel-sel tubuh, serta fungsi otot dan saraf dapat menjadi lebih maksimal.

3. Olahraga

Olahraga dapat meningkatkan aliran darah di dalam tubuh. Hal ini akan membuat fungsi otot dan organ-organ tubuh menjadi lebih baik, sehingga tubuh akan terasa lebih segar.

4. Membaca buku bagus

Ini adalah kegiatan terbaik yang direkomendasikan untuk dilakukan saat kita memiliki waktu luang yang hanya sedikit. Dengan membaca, otak kita akan diisi dengan pikiran dan gambar, yang membuatnya menjadi semacam pertunjukan teater. Jadi, otak akan terus dilatih agar selalu sehat dan tajam.

Membaca Bisa Membantu Mengatasi Masalah ‘Kurang Piknik’

mengatasi kurang piknik dengan membaca

Di media sosial, orang-orang yang menganggap hanya dirinya atau kelompoknya saja yang benar, sehingga selalu menyalahkan orang lain, sering disebut dengan orang-orang yang ‘kurang piknik’. Karena kurang piknik, maka orang-orang seperti itu wawasannya sempit sekali. Inilah yang membuat mereka cenderung untuk berpikir bahwa dirinya benar dan orang lain salah.

Agar kita tidak menjadi orang yang ‘kurang piknik’ seperti mereka, tentu kita harus terus menambah wawasan kita, agar tidak sempit. Piknik atau jalan-jalan diketahui bisa membuka wawasan kita agar semakin luas. Tapi, piknik sering membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Jika kita merasa ingin menambah wawasan, namun ternyata waktu luang yang kita miliki tidak terlalu banyak, maka kita bisa menggunakan cara lain, yaitu dengan membaca.

Sebuah hasil penelitian yang dimuat dalam Journal of Applied Social Psychology menunjukkan bahwa membaca buku, khususnya buku cerita fantasi seperti Harry Potter, dapat membantu memperbaiki sikap dan pikiran kita terhadap hal-hal yang berbeda dengan kita. Misalnya dengan orang yang berbeda agama atau keyakinan.

Dengan membaca buku cerita fantasi, maka kita bisa bersikap lebih terbuka kepada mereka. Walaupun keyakinan atau agama mereka tidak sesuai dengan apa yang kita anut, namun kita tetap bisa menerima mereka sebagai sesama manusia.

Dalam hasil studi tersebut ditemukan bahwa orang yang banyak membaca cenderung tidak akan membuat asumsi berdasarkan perbedaan, seperti ras, suku, atau agama. Bahkan juga terhadap orang-orang yang memiliki kecenderungan berbeda dari segi norma atau nilai yang kita anut.

Misalnya terhadap mereka yang memiliki orientasi seksual LGBT. Walaupun orientasi ini adalah sesuatu yang salah di mata norma dan nilai yang kita anut, namun kita tetap bisa memperlakukan mereka dengan baik. Walaupun kita tidak bisa menerima penyimpangan kecenderungan seksual mereka, namun kita tetap bisa menerima mereka sebagai manusia.

Hal itu bisa terjadi karena membaca dapat membuat kita bisa lebih mengenal dan memahami orang lain.

Hasil penelitian ini juga dikemukakan oleh seorang professor di bidang psikologi kognitif, Keith Oatley, Ph.D. dari University of Toronto. Menurutnya, dengan membaca, berarti kita dapat memperluas empati dan meningkatkan kemampuan sosial. Dengan membaca, kita menenggelamkan diri sepenuhnya dengan pemikiran dan perasaan orang lain, khususnya saat sedang membaca novel atau buku-buku fiksi lainnya.

Membaca Tidak Membutuhkan Waktu Lama

cara membaca dengan waktu singkat

Sayangnya, tidak banyak orang yang menggunakan waktu luang yang sedikit itu untuk membaca. Alasannya karena membaca membutuhkan waktu yang lama, apalagi jika untuk membaca buku novel yang tebal.

Padahal, membaca bisa menggunakan waktu yang cukup singkat, yaitu jika kita mengenal yang namanya teknik membaca cepat. Dengan teknik membaca cepat ini, maka waktu untuk membaca bisa dipangkas menjadi lebih dari separuhnya. Misalnya jika Anda biasa menyelesaikan buku setebal 300 halaman dalam waktu satu bulan, maka Anda akan bisa menyelesaikannya dalam waktu sekitar dua minggu saja.

Dengan menghemat waktu membaca ini, maka artinya waktu yang sedikit juga bisa kita gunakan untuk membaca.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai teknik membaca cepat ini, Anda bisa klik di sini. Anda bisa mengikuti pelatihan membaca cepat yang ada, baik pelatihan secara tatap muka maupun pelatihan via online.

Anda juga bisa mengajak anak-anak atau adik-adik yang masih remaja untuk menggunakan waktu luangnya yang sempit untuk membaca. Bagi mereka, kini sudah tersedia buku Membaca Cepat Untuk Pelajar & Remaja. Buku itu bisa didapatkan di Gramedia di seluruh Indonesia. Atau, Anda juga bisa mendapatkannya di sini.