Jarang sekali kita mendengar orang membaca dengan lantang, kecuali di tempat-tempat tertentu: sekolah, kampus, atau panggung-panggung pembacaan buku seorang penulis. Barangkali karena orang enggan disebut eksentrik atau cari perhatian, jika membaca lantang di tempat umum begitu saja.

Tapi sebenarnya membaca keras itu punya banyak manfaat, lho. Beda dengan masa sekarang, pada abad pertengahan, membaca dalam hati atau silent reading dianggap tidak sopan. Selama berabad-abad, orang-orang Eropa yang terliterasi membaca dengan sangat lantang, terutama jika ada orang lain di sekitar mereka. Begitu pula dengan bangsa Yunani kuno.

Namun mulai abad ke-17, kebiasaan membaca lantang berubah drastis. Masyarakat Eropa jadi lebih menyukai silent reading. Penyebabnya? Munculnya teknologi teks. Teknik percetakan dengan movable type, serta maraknya literatur-literatur berbahasa non-Latin. Hal ini menyebabkan pembaca perlu menerjemahkannya dulu ke dalam bahasa Latin untuk paham dan itu dilakukan dalam diam.

Nah, apakah masyarakat membaca saat ini perlu menghidupkan kembali tradisi membaca lantang? Sebelumnya kita lihat dulu manfaatnya.

1. Memperbaiki memori

Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Waterloo, Kanada, menunjukkan, membaca lantang dapat meningkatkan daya ingat seseorang.

Jika ingin mengingat sesuatu akan lebih baik jika kita mengucapkannya dengan keras. Penelitian itu menemukan sebagian besar manfaat memori didapat dari seseorang yang bicara dan mendengar dirinya sendiri berbicara. Ini disebut “efek produksi”.

Para peneliti menguji empat kondisi untuk mempelajari informasi tertulis, yakni membaca dalam hati, mendengar orang lain membaca, mendengarkan rekaman dari dirinya sendiri yang sedang membaca, serta membaca keras secara real time.

Hasilnya, 95 partisipan mengaku membaca informasi dengan keras kepada diri sendiri mampu menghasilkan ingatan terbaik. Kemampuan mengingat kembali naik 10 persen, tergantung pada tugas yang diberikan.

Kemampuan memori visual dan melihat gambar dalam pikiran kita pun meningkat.

2. Meningkatkan kemampuan mendengarkan

tips trik membaca

Membaca lantang membantu mengembangkan keterampilan mendengarkan internal. Jika Anda penulis, membaca lantang dapat membantu menemukan suara penulisan unik Anda. Selain itu juga membantu meningkatkan diksi dan ekspresi Anda, yang kemudian Anda transfer ke dalam suara dan suara tulisan Anda.

Membaca lantang juga menajamkan pendengaran. Dampaknya, kita jadi mampu mendeteksi dialog otentik dan narasi mengalir.

3. Memperbaiki kemampuan mengeja

Membaca dengan keras meningkatkan ejaan kita.

Kita mengeluarkan kata-kata, mendeteksi suku kata, dan secara visual terhubung ke kata-kata.

Semua proses ini meningkatkan kesadaran ejaan.

4. Meningkatkan kemampuan menulis dan berbicara

teknik membaca yang jarang diketahui orang

Membaca dengan keras atau membaca lantang adalah latihan terbaik yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kemampuan menulis dan berbicara.

Ingin menjadi public speaker yang baik atau seniman teater yang andal? Kalau begitu, sudah yang paling benar Anda mempraktekkannya lewat membaca lantang ini.

Lalu bagaimana memulai latihan membaca lantang? Ada baiknya, Anda mengajak satu dua orang teman atau lebih yang sama-sama hobi membaca untuk berlatih membaca lantang.

Anda juga dapat menyepakati terlebih dulu, buku-buku mana yang akan dibaca bersama. Pilihlah buku-buku yang belum pernah Anda atau teman-teman Anda baca, sehingga akan jadi lebih menarik dan mengundang rasa penasaran untuk mengetahui apa yang terjadi selanjutnya dalam cerita. Buat kontrak dengan teman-teman Anda untuk tidak tergoda membaca lebih dulu sendiri-sendiri di rumah.

Membaca dengan lantang pun butuh waktu yang lebih lama ketimbang membaca diam untuk diri sendiri. Jadi, sebaiknya lakukan pratinjau panjang bab dari buku yang akan dibaca, apakah kira-kira buku tersebut dapat dibaca sekaligus dalam satu waktu.

Latihan membaca lantang membutuhkan konsistensi. Bacalah setiap hari atau per dua hari, sehingga tidak kehilangan momentum atau inti cerita.

Kalau Anda punya bakat dramatis, itu bisa digunakan. Ada gunanya bagi pembaca untuk mengingat suara mana yang mengarah ke karakter mana. Baca juga dengan ekspresif. Membaca dengan monoton hanya akan membuat pendengar Anda bosan dan mematikan minat, serta pemahaman mereka.

Lafalkan, berbicaralah dengan jelas, tidak terburu-buru, kacau, atau bernada rendah. Kalau pada giliran teman Anda membaca dia salah melafalkan, jangan tertawakan, kecuali hubungan Anda dengan teman-teman sangat akrab. Tertawa bersama bisa melepaskan ketegangan.

Membaca lantang ternyata tidak mudah. Membutuhkan waktu dan latihan untuk bisa membaca lantang dengan baik.

Sama halnya dengan membaca cepat, yang juga memiliki manfaat untuk Anda.

Download Buku "Speed Reading for Beginners"

Bagaimana membaca 2 kali lebih cepat.
Telah didownload lebih dari 30.000 orang.
Download Sekarang.

GRATIS!