INI juga termasuk kebiasaan buruk membaca yang sangat memperlambat kecepatan baca. Disamping itu, membaca dengan cara ini akan sangat melelahkan.

Maksud membaca secara linear adalah, kita mengambil seluruh isi bacaan dari awal sampai akhir, memperhatikan setiap kata yang tertulis, dengan pemusatan perhatian yang sama. Jika Anda masih membaca kata demi kata satu persatu, Anda akan mengerahkan konsentrasi yang sama pada setiap kata, seiring dengan jalannya bola mata Anda menyusuri buku.

Apakah Anda termasuk orang yang merasa (sangat) lelah atau mengantuk setelah membaca sekian halaman buku? Inilah penyebabnya. Anda mengerahkan seratus persen perhatian Anda pada setiap kata yang ada di buku. Anda akan lelah ketika Anda selesai membaca satu bab saja.

Pahami bahwa tidak semua bagian dalam buku adalah informasi inti. Pada buku, ada gagasan utama, dan ada informasi tambahan. Demikian juga pada setiap bab: ada gagasan inti, dan ada informasi tambahan. Hal yang sama berlaku pula pada setiap sub bab, pada setiap paragraf, dan bahkan pada setiap kalimat.

Ada inti, dan ada tambahan.

Nah, jika Anda membaca secara linear, Anda mengerahkan perhatian pada informasi tambahan sama beratnya dengan informasi inti. Padahal dalam sebuah bacaan, hampir pasti akan ada lebih banyak informasi penjelasan maupun paragraf-paragraf tambahan, daripada apa yang seharusnya harus Anda pahami.

Jadi, berhentilah membaca seperti Anda sedang mendengarkan sebuah pengumuman. Tidak perlu Anda mengerahkan konsentrasi total pada setiap kata dan kalimat.

Rileks. Biarkan mata Anda membaca dengan melintasi halaman dan perhatikan bagian-bagian intinya saja. Jika Anda sudah menangkap inti sebuah konsep atau gagasan, maka membaca paragraf-paragraf contoh, penjelasan, atau anekdot yang terkait, tidak lagi menjadi sebuah keharusan.

Jika Anda merasa perlu mengulang, perhatikan: jauh lebih baik memusatkan konsentrasi, atau melakukan pembacaan ulang, pada satu paragraf penting daripada membaca sepuluh paragraf yang berusaha menjelaskan konsep yang sama.

Perhatikan judul buku dan sampul belakangnya. Pada buku-buku yang baik, di sana Anda akan bisa memperkirakan apa gagasan sebuah buku. Kemudian tak kalah penting, perhatikan daftar isi. Anda akan mulai bisa menangkap apa yang akan penulis jelaskan, dan bagaimana alurnya. Perhatikan juga judul-judul sub-bab. Setelah itu Anda akan lebih mudah membentuk sebuah kerangka dalam kepala Anda tentang konsep maupun isi buku itu.

Membaca sebenarnya hanya melengkapi, atau memperbaiki, kerangka yang Anda bangun (sebelum membaca) itu.

Anda akan senang ketika kerangka yang Anda bangun ternyata benar. Dan Anda juga akan lebih senang ketika ternyata isi bukunya surprising, berbeda (atau malah lebih baik) dengan kerangka yang Anda bangun. Jika isi buku ternyata lebih ‘buruk’ dari perkiraan Anda, pemikiran Anda pun akan menjadi kritis. Itu juga menyenangkan!

Efek sampingnya: Anda akan jadi (lebih) menikmati membaca. Sayangnya efek ini tidak bisa dihindari.