Ada beberapa teman yang senang sekali membaca resensi buku. Mereka mengikuti situs-situs tentang resensi buku, bahkan mem-follow media sosialnya. Apakah mereka keranjingan membaca buku, sehingga rajin membaca resensi buku, untuk mencari referensi?

Jawabannya: bukan. Mereka membaca kolom atau situs resensi buku hanya untuk mengetahui buku-buku apa saja yang sedang populer. Mereka membaca resensinya untuk mengetahui seperti apa isi buku-buku itu. “Lumayan untuk bahan obrolan sama teman-teman.”

Itu alasan mereka.

Kenapa hanya membaca resensinya saja kalau membaca bukunya sendiri akan jauh lebih mendapatkan manfaatnya? Karena mereka malas membaca bukunya. “Baca resensinya aja. Nggak perlu terlalu banyak tenaga dan konsentrasi.”

Kenapa mereka terlalu cemas dengan masalah konsentrasi untuk membaca buku?

Biasanya, faktor-faktor yang dianggap mengganggu konsentrasi seseorang saat membaca adalah faktor luar, seperti suara berisik, tempat membaca yang kurang nyaman, atau terganggu oleh kehadiran orang lain yang mengajak ngobrol saat Anda sedang membaca.

Semua itu memang benar. Semuanya bisa sangat mengganggu konsentrasi kita ketika sedang membaca, khususnya membaca buku.

Tapi sebetulnya, yang paling mempengaruhi konsentrasi Anda saat sedang membaca buku adalah diri Anda sendiri. Pikiran bawah sadar, atau yang sering disebut dengan subconscious mind, adalah yang paling membuat kita kehilangan konsentrasi waktu sedang membaca buku.

Pikiran Manusia

otak manusia dan membaca

Yang membuat manusia bisa berpikir adalah struktur otak kita. Struktur otak manusia berbeda dengan struktur otak makhluk lain, sehingga manusia bisa berpikir.

Pikiran manusia bisa dibagi menjadi dua, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar.

Saat sedang membaca, pikiran sadar kita bekerja berdasarkan kehendak kita. Pikiran inilah yang berusaha untuk memahami isi buku yang sedang kita baca. Ketika tubuh mungkin sudah mulai lelah membaca, pikiran sadar ini pula yang membuat keputusan untuk berhenti membaca dan beristirahat.

Sedangkan pikiran bawah sadar kita bekerja di luar kendali kita. Pikiran ini menyimpan semua informasi yang masuk lewat indera kita. Anda tidak akan menyadari, hal-hal apa saja yang terserap oleh pikiran bawah sadar ketika sedang membaca buku.

Pikiran bawah sadar bekerja ketia Anda memanggilnya. Misalnya, Anda membaca buku tentang cara membuat pisang goreng. Pikiran bawah sadar Anda akan menyimpan informasi-informasi yang Anda baca di buku itu.

Saat Anda akan membuat pisang goreng, maka informasi-informasi seputar cara membuat pisang goreng akan dikeluarkan oleh pikiran bawah sadar Anda. Jadi, Anda bisa membuat pisang goreng tanpa harus kembali membaca bukunya. Itu karena pikiran bawah sadar sudah menyimpan informasinya saat Anda membaca bukunya.

Beda kasus dengan ketika Anda membutuhkan informasi mengenai cara membuat mesin mobil. Anda sama sekali belum pernah membaca buku tentang mesin mobil. Otomatis, pikiran bawah sadar Anda tidak akan bisa mengeluarkan informasi mengenai mesin mobil, sekalipun Anda berusaha keras memikirkannya.

Ketika pikiran sadar cenderung diam ketika Anda sedang membaca, karena Anda sedang berkonsentrasi, maka pikiran bawah sadar akan tetap bekerja. Pikiran bawah sadar akan terus merespon dengan menyimpan informasi dari buku yang Anda baca.

Pikiran bawah sadar inilah yang sangat berperan ketika kita sedang membaca.

Mengapa? Karena dialah yang menyimpan semua informasi yang pernah Anda dapatkan sebelumnya.

Pikiran bawah sadar dan konsentrasi

sulit konsentrasi ketika membaca

Lalu, apa hubungannya antara pikiran bawah sadar dengan konsentrasi?

Mungkin selama ini Anda pernah mendapatkan informasi bahwa suara berisik atau kenyamanan tempat membaca sangat mengganggu konsentrasi seseorang ketika sedang membaca. Informasi tersebut bisa Anda dapatkan dari pengalaman pribadi, atau mendengar dari orang lain.

Akibatnya, setiap kali membaca dan mendengar suara berisik, otomatis konsentrasi Anda akan terganggu. Hal ini karena pikiran bawah sadar Anda mengeluarkan informasi tersebut.

Padahal, ada orang lain yang tetap saja bisa berkonsentrasi penuh membaca walaupun dia sedang berada di tengah hingar-bingar. Hal ini karena pikiran bawah sadarnya tidak menyimpan informasi bahwa suara berisik akan mengganggu konsentrasinya saat sedang membaca.

Kalau begitu, apa yang harus dilakukan?

Yang paling penting adalah memperbaiki pola pikir atau mindset. Selain masalah suara berisik dan konsentrasi, yang paling membuat orang susah konsentrasi saat membaca adalah karena sudah ada rasa malas membaca buku di dalam dirinya.

Rasa malas membaca buku itu bisa terjadi karena beraneka alasan. Mulai dari rasa lelah, anggapan bahwa membaca buku akan membosankan, atau memang pada dasarnya sudah malas untuk membaca. Informasi-informasi ini akan tersimpan di pikiran bawah sadar.

Jadi begitu melihat buku, maka pikiran bawah sadar akan mengeluarkan informasi bahwa Anda malas membacanya.

Seandainya mindset itu diubah, maka tentu akan lain ceritanya. Dengan pikiran sadar Anda, pikirkan bahwa membaca buku adalah hal yang sangat menyenangkan. Membaca buku dapat membuat Anda lebih cerdas dan sehat. Atau, membaca buku akan membuat Anda menjadi orang yang menyenangkan.

Pikiran-pikiran baru tersebut akan disimpan oleh pikiran bawah sadar Anda. Jadi suatu ketika Anda melihat buku, apalagi yang judulnya menunjukkan hal yang menjadi minat Anda, Anda akan langsung tertarik membacanya.

Kalau mindset Anda ditambah dengan ‘suara berisik tidak akan mengganggu saya membaca’, maka Anda akan tetap bisa membaca dengan serius, walaupun berada di tengah suasana yang berisik.

Pola pikir memang sangat berpengaruh terhadap konsentrasi seseorang, termasuk saat membaca. Oleh karena itu, biasakan untuk selalu menggunakan pikiran sadar untuk berpikir positif tentang membaca, terlebih membaca buku. Jadi, pikiran bawah sadar Anda akan menyimpan informasi mengenai pikiran positif tersebut.

Gunakan teknik membaca yang tepat

teknik membaca yang tepat untuk pelajar mahasiswa karyawan

Setelah Anda tidak lagi bermasalah dengan konsentrasi, maka yang Anda butuhkan selanjutnya adalah teknik membaca yang efektif dan efisien.

Percuma saja jika Anda sudah merasa lebih berkonsentrasi saat membaca, tapi Anda membaca dengan teknik yang salah. Hal itu akan berpengaruh pada kecepatan Anda saat membaca.

Kalau Anda bisa membaca dengan teknik membaca yang lebih cepat, maka akan semakin banyak buku yang bisa Anda baca. Semakin banyak pula informasi yang akan Anda dapatkan.

Jika Anda ingin mengetahui teknik membaca yang efektif dan efisien, Anda bisa mendapatkannya di sini.

Kini juga sudah terbit buku ‘Membaca Cepat Untuk Pelajar & Remaja’. Dalam buku itu juga disebutkan langkah-langkah yang menyenangkan bagi para kaum muda untuk mempeajari teknik membaca cepat, termasuk cara agar dapat berkonsentrasi ketika membaca.